Bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi wadah organisasi yang memiliki arah
Di Indonesia, terdapat berbagai komunitas, paguyuban, dan organisasi yang bergerak di bidang paranormal, spiritual, kebatinan, serta bidang yang memiliki keterkaitan dengan dunia supranatural.
Setiap organisasi tentu memiliki cara, tujuan, dan karakter masing-masing.
Perparin hadir dengan identitasnya sendiri.
Perkumpulan Paranormal Indonesia atau Perparin dibangun sebagai wadah organisasi yang memiliki struktur, kepengurusan, dan badan hukum. Hal ini menjadi salah satu bagian penting yang membedakan Perparin dari komunitas atau perkumpulan yang hanya dibentuk sebagai wadah komunikasi informal.
Berdasarkan dokumen yang dimiliki, Perparin tercatat sebagai perkumpulan berbadan hukum, dengan adanya Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor AHU-0000544.AH.01.08.Tahun 2019 tentang Persetujuan Perubahan Badan Hukum Perkumpulan Paranormal Indonesia.
1. Perparin memiliki badan hukum
Salah satu hal penting dalam sebuah organisasi adalah kejelasan status hukumnya.
Perparin memiliki dokumen resmi mengenai persetujuan perubahan badan hukum perkumpulan dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.
Artinya, Perparin memiliki identitas sebagai perkumpulan berbadan hukum, bukan hanya komunitas yang dibentuk secara informal.
Badan hukum memberikan landasan bagi organisasi untuk memiliki struktur dan menjalankan kegiatan organisasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
2. Perparin memiliki struktur organisasi
Organisasi yang kuat membutuhkan struktur yang jelas.
Dalam dokumen Perparin tercantum susunan Pengurus dan Pengawas, yang terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara, anggota pengurus, serta Pengawas.
Struktur ini penting karena organisasi tidak hanya bergantung pada satu orang.
Ada pembagian tanggung jawab.
Ada kepengurusan.
Ada pengawasan.
Dan ada mekanisme organisasi yang dapat menjadi dasar dalam menjalankan kegiatan Perparin.
3. Perparin membawa nama organisasi secara nasional
Nama Perkumpulan Paranormal Indonesia menunjukkan identitas organisasi yang ingin menjadi wadah bagi para pelaku dan pemerhati bidang paranormal di Indonesia.
Perparin tidak dibangun hanya untuk kepentingan satu individu.
Organisasi menjadi tempat untuk membangun hubungan, komunikasi, dan kerja sama antaranggota.
Dengan semangat tersebut, Perparin ingin mendorong terbentuknya organisasi yang lebih tertata dan memiliki tanggung jawab terhadap masyarakat.
4. Perparin menempatkan legalitas sebagai bagian penting organisasi
Bagi Perparin, legalitas bukan sekadar dokumen yang disimpan.
Legalitas adalah bagian dari tanggung jawab organisasi.
Dengan memiliki badan hukum, organisasi memiliki dasar yang lebih jelas dalam menjalankan kegiatan, membangun kepengurusan, serta melakukan hubungan kelembagaan dengan pihak lain.
Karena itu, Perparin berusaha membangun citra organisasi yang tertib, terbuka, dan bertanggung jawab.
5. Perparin bukan tempat untuk saling bersaing
Perbedaan Perparin dengan organisasi paranormal lainnya tidak harus dimaknai sebagai persaingan.
Setiap organisasi memiliki sejarah, tujuan, aturan internal, dan karakter masing-masing.
Perparin menghormati keberadaan berbagai komunitas dan organisasi lain yang bergerak dalam bidang sejenis.
Yang menjadi fokus Perparin adalah membangun organisasi sendiri dengan identitas, struktur, dan landasan hukum yang jelas.
Apa yang Menjadi Identitas Perparin?
Perparin ingin dikenal melalui tiga hal:
Legalitas
Memiliki dasar dan dokumen badan hukum yang jelas.
Organisasi
Memiliki struktur kepengurusan dan pembagian tanggung jawab.
Tanggung Jawab
Menjalankan organisasi dengan menghormati hukum, masyarakat, dan sesama anggota.
Ketiga hal tersebut menjadi bagian dari karakter Perparin dalam membangun organisasi yang lebih tertata.
Perparin: Berbeda Karena Memiliki Arah
Dunia paranormal di Indonesia memiliki banyak warna.
Ada praktisi yang bekerja secara mandiri. Ada komunitas yang dibentuk berdasarkan kesamaan minat. Ada pula organisasi yang memiliki struktur dan badan hukum.
Perparin memilih untuk hadir sebagai organisasi berbadan hukum dengan struktur kepengurusan yang jelas.
Bukan untuk mengatakan bahwa organisasi lain lebih baik atau lebih buruk.
Tetapi untuk menunjukkan siapa Perparin, bagaimana Perparin dibangun, dan nilai apa yang ingin dibawa.
Karena bagi Perparin, organisasi yang baik bukan hanya tentang banyaknya anggota.
Organisasi yang baik adalah organisasi yang memiliki arah, memiliki aturan, memiliki tanggung jawab, dan terus berusaha memberikan manfaat bagi anggotanya serta masyarakat.